- Cari masalah yang ditemui di sekeliling Anda, perhatikan keluhan-keluhan yang mungkin dilontarkan oleh konsumen Anda mengenai produk yang Anda tawarkan.
- Berpikir kreatif untuk mencari solusi dari masalah yang Anda temui, ambil setiap ide yang ditemui untuk menunjang inovasi yang akan Anda lakukan
- Jaring feedback dari konsumen, jadi konsepnya dari konsumen untuk konsumen. Ketika Anda mendengar keluh kesah dari konsumen mengenai produk Anda sebelumnya, cobalah untuk mendengarkan kembali keinginan konsumen terebut terkait produk yang dikeluhkan
- Waspadai pendapat minoritas, maksudya meski Anda sedang melakukan umpan balik dengan mencari feedback dari konsumen, tetap saja harus diobservasi lebih lanjut apakah yang dikeluhkan memang terkait permasalahan mengenai produk Anda ataukah hanya pendapat pribadi yang digunakan untuk memberi kepuasan pribadi konsumen tersebut saja. Bijaklah dalam memilahnya, apa lagi jika yang dikeluhkan jauh berbeda dari keluhan lainnya yang ada.
- Mengambil contoh dari kasus yang relevan dan cobalah kembangkan pada kasus yang sedang Anda temui saat ini. Di samping itu, sebaiknya ikuti perkembangan yang ada agar bisa terus survive dalam bisnis Anda.
- Berani mengubah. Ini adalah point terpenting dari semua point di atas. Meski sudah melakukan langkah sebelumnya dan mendapatkan satu konsep yang bagus untuk produk Anda nantinya, tapi Anda sendiri tidak punya keberanian untuk memulai perubahan pada produk yang akan Anda pasarkan tersebut. Maka semua akan sia-sia saja.
Related Articles
Sebelum Masuk Pasar, Sudahkah Anda Memahami Kebutuhan Konsumen?
Banyak perusahaan menghabiskan waktu dan sumber daya yang besar untuk mengembangkan produk, menyusun strategi pemasaran, hingga membangun sistem operasional yang kompleks. Namun tidak sedikit di antaranya yang menghadapi tantangan ketika produk mulai diperkenalkan kepada pasar.
Ketika Keputusan Investasi Ditentukan Sebelum Proyek Dimulai: Pentingnya Studi Kelayakan yang Komprehensif
Keberhasilan sebuah investasi tidak pernah ditentukan oleh satu faktor saja. Modal yang memadai, strategi yang tepat, kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan yang efektif, serta kemampuan eksekusi di lapangan merupakan elemen yang saling berkaitan dan memengaruhi hasil akhir sebuah proyek.
Membangun Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Rencana Jangka Panjang Perusahaan yang Adaptif
Di banyak perusahaan, pertumbuhan sering dipahami sebagai peningkatan pendapatan, ekspansi pasar, atau bertambahnya aset dalam periode tertentu. Namun dalam pra...
Subscribe to Our Newsletter
Dapatkan insights dan research terbaru langsung ke inbox Anda.